Orang-Orang yang Dibenci Allah

IJW

Iklan

Oleh: Dwi Taufan Hidayat

TIDAK semua manusia yang hidup di dunia ini mendapat cinta Allah. Ada sebagian golongan yang justru berada dalam kemurkaan-Nya. Mereka bukan saja menolak kebenaran, tetapi menempuh jalan hidup yang bertolak belakang dari fitrah hamba. Siapakah mereka? Rasulullah ﷺ telah menyebutnya dengan sangat jelas.

Dunia ini bukan hanya tempat ujian, tapi juga ladang untuk menanam benih takwa dan cinta kepada Allah. Namun tidak semua manusia berhasil menjalani perannya sebagai hamba yang diridhai. Dalam sabda Rasulullah ﷺ yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, disebutkan:

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّ اللَّهَ يُبْغِضُ كُلَّ جَعْظَرِيٍّ جَوَّاظٍ، سَخَّابٍ فِي الْأَسْوَاقِ، جِيفَةٍ بِاللَّيْلِ، حِمَارٍ بِالنَّهَارِ، عَالِمٍ بِالدُّنْيَا، جَاهِلٍ بِالْآخِرَةِ
(HR. Ibnu Hibban, dinilai shahih oleh Syaikh Syu’aib Al-Arnauth)

“Sesungguhnya Allah sangat membenci setiap orang yang sombong, rakus lagi pelit, suka ribut di pasar, bangkai di malam hari, keledai di siang hari, pintar dalam urusan dunia tapi bodoh dalam perkara akhirat.”

Sabda ini bukan hanya peringatan, tapi teguran keras bagi mereka yang hidup tanpa kesadaran akan tugas dan kehormatan sebagai hamba Allah. Mari kita cermati satu per satu karakter manusia yang dibenci Allah:

  1. Ja’dzari (Orang yang Sombong)
    Kesombongan adalah dosa hati yang kerap tersembunyi namun sangat mematikan. Ia menggerogoti keikhlasan, merusak amal, dan menutup pintu hidayah. Allah berfirman:

إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْتَكْبِرِينَ
“Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong.” (QS. An-Nahl: 23)

Kesombongan menjauhkan manusia dari akhlak mulia. Bahkan, Rasulullah ﷺ bersabda:

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ
“Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat sebesar biji zarrah dari kesombongan.” (HR. Muslim no. 91)

  1. Jawwadz (Rakus dan Pelit)
    Rakus terhadap dunia dan pelit terhadap sesama adalah dua sisi koin yang sama. Mereka mencintai harta tapi enggan membaginya. Padahal Allah telah mengingatkan:

وَمَن يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ
“Barang siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Al-Hasyr: 9)

Rasulullah ﷺ juga menegaskan:

اتَّقُوا الشُّحَّ، فَإِنَّ الشُّحَّ أَهْلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ
“Hindarilah sifat kikir, karena kikir telah membinasakan umat sebelum kalian.” (HR. Muslim no. 2578)

  1. Suka Teriak di Pasar (Bertengkar Berebut Hak)
    Pasar bukan tempat bertengkar atau memaksakan kehendak. Islam mengajarkan etika berdagang dengan jujur dan tenang. Nabi ﷺ bersabda:

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ السَّهْلَ الْبَيِّعَ السَّهْلَ الشِّرَاءَ
“Sesungguhnya Allah mencintai orang yang mudah dalam menjual, membeli, dan menagih haknya.” (HR. Bukhari no. 2076)

Namun mereka yang suka mengangkat suara, bertikai di tempat umum, menunjukkan ego dan merusak adab jual beli mereka jauh dari cinta Allah.

  1. Keledai di Siang Hari (Hanya Mikir Makan)
    Allah membenci manusia yang menghabiskan siangnya seperti keledai—hanya makan dan bekerja tanpa makna. Tak ada dzikir, tak ada ilmu, tak ada amal. Padahal Allah berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ ٱلْجِنَّ وَٱلْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
“Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56)

  1. Bangkai di Malam Hari (Tidur Sampai Pagi)
    Mereka ini mati di malam hari tak bangun untuk salat malam, tak sempat bermunajat, bahkan salat subuh pun ditinggalkan. Rasulullah ﷺ bersabda:

يَعْقِدُ الشَّيْطَانُ عَلَى قَافِيَةِ رَأْسِ أَحَدِكُمْ إِذَا هُوَ نَامَ ثَلَاثَ عُقَدٍ…
“Setan mengikat tengkuk salah satu dari kalian saat tidur dengan tiga ikatan… Bila ia bangun lalu berdzikir, satu ikatan terbuka, jika ia berwudhu, satu ikatan terbuka, dan jika ia salat, seluruh ikatannya terbuka. Maka ia menjadi semangat dan jiwanya baik. Jika tidak, maka jiwanya buruk dan malas.” (HR. Bukhari no. 1142)

  1. Pintar Dunia, Bodoh Akhirat
    Banyak orang cerdas dalam urusan dunia, tapi lalai terhadap akhirat. Mereka bisa bicara tentang saham, pasar global, atau kecerdasan buatan, tapi tak bisa menjawab tentang kubur, hari kiamat, atau syarat sah salat. Allah berfirman:

يَعْلَمُونَ ظَاهِرًۭا مِّنَ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۖ وَهُمْ عَنِ ٱلْـَٔاخِرَةِ هُمْ غَـٰفِلُونَ
“Mereka hanya mengetahui yang lahir (tampak) dari kehidupan dunia; sedang terhadap kehidupan akhirat mereka lalai.” (QS. Ar-Rum: 7)

Ilmu dunia bukanlah musuh, tapi menjadi masalah ketika ia menutupi kesadaran akan akhirat. Imam Malik rahimahullah berkata, “Ilmu yang bermanfaat adalah yang mendekatkanmu kepada Allah.”

Refleksi Diri
Mari kita renungi. Jangan sampai kita termasuk orang yang dibenci Allah. Lembutkan hati, kendalikan nafsu, dan kembalikan hidup ini kepada tujuan awalnya: menjadi hamba yang dicintai-Nya. Allah membuka pintu taubat bagi siapa pun yang ingin kembali.

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِمَّنْ تُحِبُّهُمْ وَتَرْضَى عَنْهُمْ
“Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang Engkau cintai dan Engkau ridhai.”
Aamiin.

Bagikan:

Related Post

Tinggalkan komentar

IKLAN BPJS KETENAGAKERJAAN